catatan siapa ?

ilmu yang beramal, amal yang berilmu

Tampilkan postingan dengan label catatan iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan iseng. Tampilkan semua postingan


Emank paling nyebelin kalo berangkat kantor dikejar2 waktu…

Kayak pagi ini, motor digeber dari rumah mpe gerbang tol cibinong. Turun dari motor langsung cabut naik bus. Terserah deh busnya yg mana yg penting nyampe ke kantor dengan cepat. Alhasil, daripada nunggu bus AC 70 jurusan Tanah Abang yg lamanya setengah mati (kayak orang jatuh cinta aja setengah mati) gw langsung naik bus AC 43 jurusan Grogol (tebak gw mau kemana.. Rumah Sakit terkenal se Grogol..hiiiii)

Disini ceritanya baru mau gw mulai, selepas nyambung dari Bus AC 43 nan nyaman dan berpenumpang lebih “beradab” --mungkin terkait dengan status sosial dan tingkat pendidikan penumpangnya (ini bukan pandangan subjektif gw ya…tapi berdasar teori akademis persis seperti teori Societas Civillis nya Marcus Tullius Cicero yg klop dgn doktrin Koinonia Politike-nya Aristoteles--) gw langsung nyambung dengan bus 640 Pasar Minggu –Tn.Abang nan gerah dan berjubel2…

Buat gw ini seru2 aja..sekalian menikmati nostalgia masa kuliah naik 510 Kp.Rambutan-Ciputat, yang waktu itu kami juluki Bus Sejuta Umat. Soalnya kalo penumpangnya belum nyampe satu juta, tuh mobil belum bakal berangkat jalan!

Penumpang berdesakan, muka2nya pada cemberut.. ada seorang ibu2 gemuk keluar dari himpitan, desak kanan kiri yg penting bisa segera keluar dari bis, tampaknya dia sudah mau tiba di tempat tujuan..gedubrak..seruduk..jebret!! bujug buneng dah ini ibu2 reman banget gayanya….

Seorang bapak tampak tergesa mau keluar dari himpitan, ga sengaja tangannya “menyikut” (apa tuh terjemahan bahasa Indonesianya?) kepala seorang ibu yg lagi duduk..duk! si ibu cemberut nahan marah.

Kondektur keliling narikin ongkos..badan kerempengnya mudah saja menyempil2 dari kepadatan penumpang.. lo musti tahan idung: aromanya itu bro! ghella bener.. kayaknya sampe kantor gw musti pake minyak wangi lagi neh karena badan gw sudah terkontaminasi…

Ahh! Pagi yg cerah…gw senyum2 melihat suasana di bus kota pagi ini! Lumayan buat hiburan hati gw yg ketar-ketir karena telat masuk kantor... Masih pagi semuanya sudah sibuk! Jakarta sudah macet.. buat mereka yg jam segini masih ngiler di kasur, “bangun loe pada! Orang di jalan2 tuh dah pada kejebak macet…” (masi molor tuh persis temen gw yg SMSan Gazebo pagi ini)

--
(Kebon Sirih, 150310-10.09-hari ini gada kerjaan… nulis2 blog dolo ahh)


Pernah sewaktu berangkat kerja, gw iseng lihatin deretan penumpang. Mungkin lantaran pagi yg dingin karena gerimis, hampir semua penumpang yg gw lihat sedang tertidur (sialnya pagi itu gw ga kebagian tempat duduk), daripada pegel badan dan pegel pikiran karena ga bisa ikutan tidur, mendingan cari inspirasi buat nulis blog…
Hati gw tersenyum melihat rupa2 orang tertidur.

Ada yg kepalanya menempel di punggung jok di depannya. Kayak orang mati karena dibunuh diam2 di dalam bus. Kepalanya yang menekan punggung jok seperti dijambak oleh beban berkilo2 dari depan (beban utang kali ya??)

Ada juga yg tidur sambil kepalanya miring, dengan bibir terbuka yg juga miring kayak orang lemah mental…

Ada yg kepalanya menenggak ke atas, seperti orang terpendek di dunia sedang melihat kepala Sultan Kosen dari Turki yng tingginya lebih dari 2.5m. Jelas, mulutnya terbuka (bukan cuma ‘lebar’ tapi..) lueebbaaarrr bwanged.. gw bayangin dari mulut besarnya keluar ribuan kecoa yang menjalar ke muka dan lehernya seperti di film2…

Pernah juga seorang ibu yg (kayaknya) berumur 30an tahun, tertidur dengan iler yang menjuntai panjang. Sebuah pemandangan langka neh, bener2 panjang! Hampir menyentuh lututnya, gw bersedia jadi saksi atas ‘elastisitas’ ilernya itu. Baru ketika mobil berhenti sedikit mendadak, si ibu tadi dengan sigap mengelap bibirnya dengan punggung tangan…schleeepphh!! Ahh…basah deh..

Ada yg tidurnya tenang, enak banget dilihat. Ada juga yg memaksakan diri utk memejamkan mata sampai kulit di antara dua alisnya berkerut ke depan, seperti seseorang yang sedang menanggung beban pikiran hebat karena tak tahan omongan tetangga tentang anaknya yang belum kawin-kawin…

Ada yang kepalanya terantuk-antuk ke kaca mobil. Setiap kali mobil berhenti, kepalanya nabrak kaca jendela, terbangun sebentar, lalu tidur lagi,. Begitu berulang-ulang…

Ada yg kaget karena dibangunkan oleh kondektur. Saking kagetnya bukannya mengeluarkan uang untuk bayar ongkos, malah menatap kosong kayak orang linglung karena pacarnya selingkuh sama sahabat karibnya...

Hmmmhh.. macam2 orang tertidur…
Trus, kalo gw tidur kayak gmn ya??

--
22 Januari 2010. 18.34


Pagi ini baru saja gw memasuki gerbang tol kemacetan Jagorawi-Semanggi. Kemacetan selalu dimulai dari pintu TOL BEBAS HAMBATAN, Cibubur dan baru akan berakhir di kawasan Komdak, Sentra Niaga Terpadu Semanggi.

Gw ga kebagian duduk pagi ini, berdiri menahan kaki yg pegal sambil bersandar ke dinding bus tepat di belakang sopir.

Seperti setiap pagi sebelumnya, penumpang2 teramat beruntung yang kebagian tempat duduk dapat dengan tenang tidur sangat nyaman. Apalagi cuaca lagi mendung2 begini.

tapi Eitz!! Dengerin tuh...

Khoooo…k…..khoooookk….

That is the mysterious sound!!

Gw menoleh ke jajaran penumpang dan mendelikkan mata bulat2, ternyata bukan Cuma gw yg melakukan hal yg sama. Beberapa penumpang—baik yg berdiri maupun yg duduk—sama2 mendelikkan matanya. Tampak mereka sedang melakukan investigasi untuk mengungkap sebuah misteri yang menyelimuti bus pagi ini. Sebuah misteri paling mengherankan sepanjang masa: “dari mana suara miterius itu berasal?” (halahh…lebayy sangad!!!)

Gw, mewakili semua penumpang, memohon maaf sebesar2nya karena hingga catatan ini dilaporkan, belum mengetahui siapa orang yg begitu nyenyak tidur di bis pagi2 begini...??

Barangkali tadi malam dia mulas2 dan bolak-balik ke toilet sehingga kurang tidur lantas membalaskan dendamnya pagi ini.

Gw tersenyum amat simpul mendengar suara teramat merdu:
Khooook…khoooook….

--
Bus AC 43 Cibinong-Grogol.
04 November 2009. Jalan Tol Dalam Kota,
Cibubur-Komdak, pagi hari





tante itu menggerutu terus menerus...

Hari jum’at kemarin sewaktu pulang kerja, di kursi belakang pada bus yang saya tumpangi, seorang ibu menggerutu tak henti-henti menyumpahi sopir yang dianggapnya “kurang lihai.”
Entah kenapa, senja itu jalan Thamrin sampai Taman Mini macet amat parah, semua kendaraan berjalan merayap amat—sangat—pelan (sekali…). Beberapa kendaraan menyalip dari kiri dan kanan, sementara bus kota yang kami tumpangi tetap “istiqomah”, ga mau nyalip.
Ini “sedikit” dari gerutuan si tante yang saya maksud:

“salip kanan donk, pir!”
“jaah! Udah deh sampe pagi deh, kalo kayak gini!”
“mayasari sopirnya belum bisa bawa mobil nih. iih! Udah deh sampe pagi deh..!
“salip kanan kek, pir!”
“tuh, kan! Disalip lagi kan!huh!?!

Hmmm…mendengar gerutuan itu, saya senyum2 sendiri: sebuah pengalaman menarik. Saya tak tahu seperti apa wajah tante itu karena dia duduk di belakang kursi saya. Imajinasi saya iseng membayangkan wajah seorang tante dengan bibir tipis, sedikit monyong. Rambut keriting, sudut mata lancip, alis dibikin tipis, dan balutan make up seronok! Hehehe… pas banget ya….

Dan, Senin ini aku bertemu seorang pegawai yang memiliki posisi cukup bagus di kantor. Dari tadi pagi sampai menjelang pulang begini, ia marah-marah terus. Pancaran wajahnya menggambarkan betapa pekerjaannya terlalu sibuk sehingga setiap bawahan yang datang seolah hanya menjadi beban dalam pekerjaan, bukan sebagai relasi.
“Selamat pagi, bu!” sapaan pagi saya!
Diam. Tak dijawab,bahkan sekadar dengan senyum.
Ini adalah pengalaman menarik untuk sebuah kesabaran dan ketenangan dalam hidup! Keep smile, bro!

Semoga Allah memberikan padanya ketenangan dan ketentraman hati, serta memberikan padanya pertemuan dengan seseorang yang dapat menentramkan jiwanya. Amien. Doa saya ikhlas untuk dia…
Catatan iseng: 051009. 16.31



pengamen yang lebih baik diam daripada bernyanyi
Ada pengamen yg suaranya merdu melebihi penyanyi2 yg ajimumpung itu.
Ada yg demikian kreatifnya menggubah syair.
Ada yg pandai berpuisi.
Ada yg menggunakan biola, harmonica, tam-tam, hingga alat music sederhana.…
Semuanya nyaman terdengar. Ga rugi membayar mereka untuk seribu rupiah…
Tapi ada juga yg—sumpah deh!—kita semua pasti sepakat, dia ebih baik diam daripada bicara!
Mengganggu, ga merdu.
Hidup barangkalil begitu kerasnya. Berani adunasib di Jakarta tanpa kompetensi yg memadai…
Begitulah jadinya…

080909. 15:37




Ibarat orang sakit, motor gw tuh udah kayak orang kena stroke. Sumpah ga enak banget dipakenya…

Shock depan bocor katanya, tulang motor bengkok, segitiganya juga…bodi2 depan-kanan-kiri ancur+listrik untuk lampu sen dan lampu belakang…velg depan kudu distel, sekalian ma ban belakang dah gundul abis…di itung2 bisa abis sejutaan kali, padahal neh motor masih satu tahun lagi…masih kudu setor 6 juta lagi..berani tarohan gw neh motor harganya dah ga nyampe tiga juta…makanya bingung neh motor kudu dilanjutin apa dibiarin mpe ditarik dealer? Becoz di over kredit ga mungkin ada yg mau, bro!
Bukan karena gw tipe orang melankolis yg terjebak oleh romantisme memanusiawikan neh motor kalo gw memutuskan untuk meLANJUTKAN neh kreditan motor…tapi karena kalkulasi rasional.

Mank mau beli motor second yg 6jutaan? Ga ada duit, kan? Mau di over?? Pasti ga ada yg mau, kan?? Mau dibiarin and kredit lagi yg baru?? Sayang masa kredit w jd tambah panjang, kan?? So, kalo sebagian orang merasa sayang untuk melepas kendaraan mereka—jika dalam posisi yg sama dgn gw saat ini-- karena menganggap ada berbagai episode dalam kehidupan mereka yg telah lekat dengan kendaraan2 itu, gw bukan tipe orang seperti itu. Meskipun gw paham cara pandang yg menjadikan kendaraan itu menjadi begitu “manusiawinya”, toh motor itu adalah benda mati yg tak memiliki naluri emosional. Dia tak akan merasa terikat oleh suatu episode dalam ‘kehidupan’ bersama ‘majikannya’ karena memang tak memiliki perasaan, akal, dan pikiran, bukan begitu sodara-sodara???

Pertama kali bawa motor pasca kecelakaan itu, ga ada satu motor pun yg merasa perlu untuk gw salip, santai bro, 30-40KM/jam.. alo yg nyalip sih dah ga keitung…
Hmm....baru kerasa sekarang betapa gw terbiasa melaju cepat tanpa gw sadari…karena biasanya gw bawa motor paling kagak 80 km/jam…

santai aja bro, gw ngejalaninnya cool aja tanpa beban….
Ada sih beberapa kendaraan yg gw salip, tapi bukan kendaraan bermotor, he…he..palingan gerobak tukang bakso or gerobak orang2 yang abis nebang bambu… ^.^




Beberapa waktu lalu, sebetulnya dah cukup lama sih, lebih dari satu bulan yang lalu, aku nganter Dadan Check Up! Biasalah, kasian banget adik gw nyang satu ‘ntu…
Sambil nunggu ngantre, gw pergi ke cuci steam dolo, coz motor kesayangan gw nyang atu-atunya ntu nasibnye udah kagak keurus ibarat kambing banyak korengnye! Alabusset ‘ntu motor na'as banget! (kok jade betawi begene sehh??

Lokasi cuci steam itu adanya di pinggir jalan, deket pertigaan. Banyak warung2 tempat sopir2 (?) nongkrong…
Di situ ada satu pemuda dah rada tua juga sih! yang keliatan gayanya belagu banget. tiap ada temennya yang lewat bawa angkot, dia minta setoran (emang tangan kanannya si mbosnya sopir2 angkot itu kali ya….)

Coba lihat gaya jalannya, udah kayak bajingan tengik! Sebelah pundak di angkat2 sambil jalan dada dibusungin, dagu rada di angkat, muka? muka bajingan tengik. Bibir udah item bekas rokok, mata merah, rambut kusut. lagu nanya pake gaya kasar ala preman. Pokoknya kalo loe bareng gw lihat tuh orang, gw yakin kita bakal sepakat tuh orang lagaknya sengak!

Sodara, kita bukan mao ngomongin neh orang, tapi sedikit bertafakkur,
Bahwa ada terlalu banyak orang2 yang tidak tersentuh dakwah seperti mereka. Menghabiskan waktu untuk mencari uang dengan cara yang paling praktis dan terkesan tidak mau cape. Senangnya kumpul-kumpul kurang jelas. Dengan penghasilan yg tidak seberapa itu mereka masih sempet beli bir untuk mabuk! Masih sempet beli rokok berbatang-batang tiap hari.

Orang2 dengan karakter seperti ini, biasanya akan sangat bangga kalau pernah masuk penjara. Cerita membesar2kan diri di hadapan teman2 tongkrongannya: betapa hebat dirinya yang pernah di penjara. Pernah debat dengan polisi, pernah membantah polisi, berani melawan polisi kalau dia memang berada pada “posisi yang benar” (‘benar?’ jelas menurut dia). Semuanya cerita palsu! Direka2 sehebat mungkin untuk menggambarkan betapa pemberani dirinya. Jauh dalam benaknya sebetulnya masih terngiang2 kondisi dirinya yg tak berdaya dipecundangi oleh polisi di kantor Polsek. Disuruh telanjang, dilecehkan harga dirinya, tapi tak kuasa melawan.
Lepas dari penjara, kembali sombonglah dia, merasa lebih hebat dan lebih berpengalaman dalam kejahatan (aneh, kan?). Besar kepala! Keras kepala! Merasa benar sendiri! Semuanya salah kecuali dia.

Banyak orang yang memiliki karakter yang—atau dekat dengan—seperti itu, hanya saja dengan kualitas yg berbeda-beda.
Lihat anak2 sekolah itu, betapa bangganya mereka kalau sudah cerita bisa ngebut 100km//jam menantang nyawa. Betapa hebat dirinya yang mampu ngebut 80KM/jam di tikungan tajam! Betapa hebat dirinya yang sudah seperti pembalap! Betapa jagoan karena dia sudah berani merokok ini-itu pake cimenk meskipun di rumah merengek2 minta rokok!

Karakter orang2 yang sebangsa begini sulit diubah. Kelompok karakter yang begini, menjadikan ukuran kehebatan melalui hal2 yang negative: rokok, kebut2an, main cewek, penjara, ganja, pergaulan yang ga jelas!

Orang2 semacam ini juga memiliki kecenderungan untuk menyelesaikan masalah dengan emosional, kongkretnya dengan otot.

Kadang gw ga habis pikir apa yang mereka cari dengan mengedepankan emosi itu? Mengapa setiap masalah selalu diselesaikan dengan otot, dengan emosi? Seolah tidak ada ruang bagi akal sehat, seakan hati nurani bukanlah pilihan!
Selesaikanlah setiap kesalahpahaman dengan baik, dengan hati yang teduh, dengan cahaya iman. Insya Allah segala masalah pasti ada jalan keluar yang baik bukan?
180509. 22:41

bookmark
bookmark
bookmark
bookmark
bookmark

followers

Pemikiran Islam

Pemikiran Islam
Committed to the Truth